SMA N 3 Salatiga Kunjungan Kerja ke SMA N 3 Bandung

Rombongan SMA 3 Salatiga foto bersama Kepala Sekolah dan Komite SMA Negeri 3 Bandung (26/4/2019)

Wilujeng Sumping. Begitu kalimat yang berarti selamat datang tertera di layar saat rombongan SMA Negeri 3 Salatiga memasuki Aula Baru SMA Negeri 3 Bandung pada Jumat, 26 April 2019. Rombongan guru, karyawan, dan komite Smantisa yang dipimpin oleh Dra. Yuliati Eko Atmojo, M.Pd. itu diterima oleh Kepala SMA N 3 Bandung Dr. Hj. Yani Gantini, M.Pd. beserta staf dan komite sekolah.

Yuliati Eko Atmojo menyatakan dipilihnya SMA yang berada satu lokasi dengan SMA N 5 Bandung di itu karena SMA Negeri yang berdiri sejak 1953 itu memiliki mutu pendidikan yang sangat baik. Hal itu dibuktikan dengan diterimanya sebagian besar lulusannya di perguruan tinggi negeri (PTN) favorit seperti ITB, IPB, dan UI.

Sementara dalam paparannya, Yeni Gantini menjelaskan 10 Program Unggulan sekolahnya pada Tahun pelajaran 2018/2019, yakni program peningkatan nilai imtak, pengembangan budaya literasi, implementasi PPK dan 4C, School Based Research. Ada juga Program Twinning Digital Class, Bina pelestarian budaya lokal, peningkatan peduli lingkungan, mantap 3, sekolah rujukan, dan matrikulasi.

Di SMA 3 Bandung, tutur Yeni, literasi benar-benar membudaya di sekolah yang dipimpinnya. Bahkan salah satu alumninya, berkat kekayaan literasinya yang mencapai seribu lebih judul buku dalam satu tahun, mendapat tawaran beasiswa dari beberapa universitas di luar negeri. Padahal, alumni tersebut berasal dari keluarga kurang mampu (SKTM).

Dalam mewujudkan program school based research, SMA 3 Bandung mewajibkan siswanya yang duduk di kelas XI menyusun penelitian ilmiah. “Jadi, anak-anak kami dalam menyusun penelitian memang betul-betul melakukan penelitian, bukan penelitian abal-abal. Penelitiannya bebas sesuai minat mereka,” tuturnya. Untuk menunjang program itu, tiap tahun SMA 3 Bandung rutin mengadakan pekan ilmiah di bawah bimbingan dari LIPI.

Kepala SMA 3 Salatiga Yuliati Eko Atmojo dan Kepala SMA 3 Bandung Yeni Gantini saat bertukar cendera mata (26/4/2019)

Menjawab pertanyaan dari Wakil Kepala Urusan Kurikulum SMA 3 Salatiga Kristin Yulianti mengenai upaya SMA 3 Bandung meningkatkan nilai akademik lulusannya, Yeni Gantini menjelaskan hal itu dilakukan pihaknya melalui program mantap 3. Dalam program ini, pihaknya memberikan pengayaan pada anak didiknya baik oleh guru bidang studi, guru dari bimbel, maupun dosen dari perguruan tinggi yang dipilih sendiri oleh para siswanya.

Lebih jauh Yeni Gantini yang dipercaya oleh pemerintah untuk memimpin SMA favorit di Bandung sejak 2017 itu menekankan perlunya sinergi yang baik dengan komite. Dia mencontohkan dalam program bina pelestarian budaya lokal yang membutuhkan biaya paling sedikit Rp 4 M untuk sekali perjalan kelompok budaya SMA 3 Bandung melakukan eksibisi budaya di luar negeri, pihaknya mengaku tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. “Saya hanya memberikan persetujuan saja, tanda tangan. Soal biaya, mereka sendiri yang mencarinya,”tambahnya.

Komite SMA 3 Bandung memberikan penjelasan didampingi Yeni Gantini, Yuliati Eko Atmojo, dan WNM Rohmat Herawan (26/4/2019)

Terpisah, menjawab pertanyaan komite sekolah SMA 3 Salatiga Amin Supadmo mengenai upaya komite sekolah SMA 3 Bandung dalam mendukung program-program sekolah, ketua komite SMA 3 Bandung Husmaini mengaku selalu mendukung program sekolah dan ikut merencanakan program yang bisa memajukan sekolah. “Sekolah harus memandaikan anak-anak dan kami, komite, mendukungnya,” kata ketua komite yang merupakan alumni tahun 1964 itu.

Ditambahkan oleh kimite yang juga dosen Unpad itu bahwa pihaknya, komite sekolah, sudah dianggap sebagai orang tua sendiri oleh siswa. Buktinya, OSIS selalu mengundang komite sekolah untuk melakukan dengar pendapat mengenai kegiatan di sekolah termasuk dalam proses belajar mengajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *