SMA Negeri 1 Ungaran Juara LCC Empat Pilar Tingkat Karesidenan Semarang

Team SMA Negeri 1 Ungaran berpose usai memanangi LCC Tingkat Karesidenan Semarang di Aula SMA Negeri 3 Salatiga pada Selasa, 16 April 2019

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara Tingkat SMA/SMK se-Karesidenan Semarang berlangsung di Aula SMA Negeri 3 Salatiga pada Selasa, 16 April 2019. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua panitia, Joko Hariyanto dan pembacaan doa oleh Sugeng Riyanto, M.Pd.I , guru PAI SMA Negeri 3 Salatiga.

Dalam sambutannya, Joko Hariyanto menyampaikan tujuan dilaksanakannya LCC Empat pilar. Di antaranya adalah membangun semangat nasionalisme sejak dini, membangun sikap saling menghargai antarpeserta, serta memasyarakatkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan TAP MPR.

Suasana babak final

Dilaporkan oleh Joko, LCC tingkat Karesidenan Semarang ini diikuti oleh 12 team SMA/SMK. Namun sampai acara dimulai, ternyata hanya tujuh team atau sekolah yang mengirimkan wakilnya, yaitu SMA Negeri 1 Salatiga, SMK Negeri 3 Salatiga, SMA Negeri 1 Tengaran, SMA Negeri 1 Ungaran, SMA Negeri 3 Semarang, SMK Negeri 7 Semarang, dan SMA Negeri 1 Batang. Sementara lima team atau sekolah dari wilayah Kendal dan Demak tidak datang.

Kegiatan lomba dibagi menjadi dua babak, yakni babak penyisihan dan final. Dalam babak penyisihan, SMA Negeri 3 Semarang, SMK Negeri 3 Salatiga, dan SMK Negeri 1 Tengaran tersisih. Akhirnya, setelah melewati babak final yang seru, SMA Negeri 1 Ungaran  berhasil menjadi juara 1, disusul SMK Negeri 7 Semarang di urutan 2, SMA Negeri 1 Salatiga di urutan 3, dan SMA Negeri 1 Batang pada peringkat 4.

Dengan demikian SMA Negeri 1 Ungaran akan mewakili Karesidenan Semarang berlaga pada lomba serupa di tingkat provinsi pada akhir Juni nanti. Guru pendamping SMA Negeri 1 Ungaran Dewi Ratna menjelaskankan kiat teamnya dalam menghadapi lomba kali ini. Semangat anak-anak itu yang utama, tuturnya. “Karena hanya anak-anak yang menunjukkan semangat yang mau bersungguh-sungguh ketika kami tunjuk untuk mengikuti lomba ini. Apalagi dari empat materi ini, materi UUD yang diamandemen yang paling berat. Tanpa semangat mereka, mustahil dapat menyiapkan diri dalam waktu yang relatif singkat.”

Disinggung mengenai persiapannya dalam menghadapi lomba di tingkat provinsi nanti, Dewi Ratna menyatakan bahwa teamnya harus menyiapkan diri dengan lebih baik lagi. “Di tingkat provinsi kan yang bertanding team-team terbaik, jadi kami harus lebih ekstra lagi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *