SMA Negeri 3 Berani Belajar ke Luar Negeri

Salah satu perwujudan visi-misi SMA Negeri 3, yakni bersaing global, SMA 3 telah melaksanakan magang belajar ke luar negeri, di antaranya ke Jerman dan Jepang pada 2017 yang lalu. Tentu saja hal ini akan membuka wawasan yang luas bagi para pelajar yang dapat berkesempatan untuk mengikuti program tersebut. Dari kegiatan tersebut diharapkan para pelajar lebih siap untuk menjadi lebih maju lagi.

Kegiatan magang belajar di luar negeri tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah RI sebagaimana yang tampak pada sambutan KJRI Hamburg saat menyambut para pelajar dari SMA Negeri 3 yang melaksanakan magang belajar di Jerman pada September 2017 yang lalu. Berikut kutipan beritanya yang disalin dari situs KJRI Hamburg.

KJRI Hamburg Sambut Peserta Pertukaran Pelajar Sekolah Menengah RI-Jerman

1 / 5

KJRI Hamburg telah menyelenggarakan acara penyambutan kedatangan siswa-siswi peserta program pertukaran pelajar dari SMAN 3 Salatiga dan Ohlstedt Gymnasium Hamburg pada Selasa sore (05/09). Acara dihadiri oleh Kepala Sekolah dan tim guru kedua sekolah, para murid peserta serta host families (keluarga tuan rumah) di Hamburg. Program kali ini merupakan yang ketiga kalinya sejak dimulai pada tahun 2015. Tahun ini sebanyak masing-masing 17 orang siswa dan siswi dari SMAN 3 dan Ohlstedt Gymnasium akan ikut berpartisipasi.

Dalam sambutannya Konjen RI Hamburg Sylvia Arifin menyampaikan bahwa program ini adalah kesempatan langka yang perlu dipergunakan sebaik mungkin. Menurut Konjen, para siswa-siswi bukan hanya mewakili sekolah mereka tetapi juga bangsa dan negara Indonesia sebagai duta muda yang akan membangun jembatan antara dua negara, membuat jaringan serta memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama. Tidak lupa Konjen menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang memiliki andil menyukseskan program ini khususnya keluarga Ploss sebagai penggagas program. Harapannya adalah program ini dapat meningkatkan saling pengertian antara kedua bangsa dan memperkuat people-to-people contact yang menguntungkan kedua pihak. Untuk itu KJRI senantiasa siap mendukung dan memfasilitasi program pertukaran pelajar tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah Ohlstedt Gymnasium, Sven Callesen menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan KJRI Hamburg untuk program ini. Senada dengan Konjen RI, ia menyatakan bahwa program ini membangun jembatan antara Indonesia dan Hamburg. Lebih lanjut disampaikan bahwa walaupun Ohlstedt memiliki beberapa program pertukaran pelajar antara lain dengan Amerika Serikat, Chile, Denmark, dan Italia, program dengan Salatiga paling eksklusif dan berkesan karena mendapatkan dukungan terbesar dari pemerintah. Menurutnya, program ini memberi kesempatan untuk memperluas wawasan, sesuatu yang sangat berarti bagi para siswa-siswi.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMAN 3 Salatiga Yuliati Eka Atmojo menyampaikan walaupun sekolahnya berasal dari kota kecil, hal ini tidak berarti SMAN 3 tidak memiliki visi kompetitif yang global. Ia melanjutkan bahwa program pertukaran pelajar ini memberi kesempatan kepada para siswa-siswi untuk belajar dan berbagi pengetahuan serta budaya melalui interaksi di sekolah, pengenalan budaya, dan hidup bersama dengan keluarga di negara tuan rumah serta memberi kesempatan mengunjungi banyak tempat bersejarah di Jerman.

Beberapa siswa-siswi dari SMAN 3 Salatiga menunjukkan bakat kesenian mereka dengan memberikan pertunjukan permainan gamelan indah yang mendapatkan sambutan meriah dari hadirin. Program pertukaran pertukaran pelajar antara Ohlstedt Gymnasium dan SMAN di Salatiga telah memasuki tahun ketiga. Pada dua tahun sebelumnya pelaksanaan program, partisipan Indonesia berasal dari SMAN 1 Salatiga dan tahun ini siswa berasal dari SMAN 3 Salatiga.

(Sumber: KJRI Hamburg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *