MKKS Selenggarakan Sosialisasi PPDB 2019

Sosialisai PPDB 2019 di Aula SMA Negeri 3

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Salatiga menyelenggarakan sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2019 di Aula SMA Negeri 3 Salatiga pada Rabu, 6 Februari 2019. Kepala MKKS, Drs. Suyitno, M.Pd., menyatakan bahwa sosialisasi tersebut dianggap penting mengingat sistem PPDB online tahun 2019 berbeda dengan tahun sebelumnya yang berkaitan dengan zonasi. Untuk itulah meski pihaknya mengaku sebenarnya bukan wewenangnya mengundang Kepala Kelurahan dan Kecamatan se-Salatiga dan sekitarnya, tetap menghadirkan mereka dengan harapan dapat meneruskan sosialisasi ini kepada warganya melalui RT/RW.

Dalam sosialisasi terebut pihak MKKS telah mengundang 26 lurah se-Kota Salatiga ditambah empat camat dan 77 kepala desa dari lima kecamatan di sekitar Salatiga yang termasuk dalam zonasi PPDB Salatiga tahun 2019. Kelima kecamatan itu meliputi Banyubiru, Tengaran, Tuntang, Getasan, dan Pabelan. “Untuk Kecamatan Suruh sudah di luar zona karena untuk ke Salatiga sudah dibatasi oleh Kecamatan Tengaran,” terangnya. Selain kepala desa, kecamatan, dan lurah, sosialisasi tersebut juga ditujukan untuk seluruh pimpinan SMP di wilayah Salatiga dan lima kecamatan sekitar, baik negeri maupun swasta.

Sistem zonasi tahun ini, papar Suyitno, didasarkan pada jarak radius sekolah dengan lokasi kelurahan atau balai desa tempat calon siswa berasal. “Pengukuran radius menggunakan google map,” tuturnya. Berkaitan dengan itu maka yang diperhitungkan adalah kedekatan jarak calon siswa dengan SMA yang dituju, bukan nilai lagi.

Zonasi tahun 2019 ini dibagi menjadi tiga. Zona 1, yakni zona dalam radius km yang meliputi empat kecamatan ditambah lima kecamatan di wilayah Kabupaten Semarang. Zona 2 untuk luar zona dengan jalur prestasi. Zona 3 untuk jalur pindah tugas orang tua calon siswa. Daya tampung zona 1 minimal 90 persen, sedangkan zona 2 dan zona 3 paling banyak 5 persen.

Perubahan sistem zonasi tahun ini dilatarbelakangi guna mendekatkan siswa dengan lingkungan sekolahnya dan untuk menghapus favoritisasi sekolah. Karena itu, ke depan tidak ada lagi predikat sekolah favorit dan tidak favorit. “Jadi, seleksi dalam zonasi untuk menentukan penempatan siswa berdasarkan jarak sekolah dengan tempat tinggal siswa,” paparnya.

Dalam kesempatan itu Suyitno menegaskan bahwa pada Maret calon siswa sudah harus mengumpulkan berkas ke SMA guna diidentifikasi zonasinya. Jika masuk zona, maka panitia akan menerbitkan barcode yang akan digunakan calon siswa untuk mendaftar pada bulan Juni nanti. Untuk itu, Ketua MKKS yang juga Kepala SMA Negeri 1 Salatiga itu berpesan kepada segenap Lurah dan Kepala Desa untuk mencermati bila akan menerbitkan surat keterangan domisili bagi warganya agar tidak terkena dampak hukum di kemudian hari.

This image has an empty alt attribute; its file name is Suyitno-768x1024.jpg
Ketua MKKS, Drs. Suyitno, M.Pd.

Kegiatan sosialisasi ini mendapatkan tanggapan positif dari peserta. Rokhmad, Kepala Desa Sraten, Tuntang mengaku senang dengan kegiatan yang diadakan MKKS tersebut karena bisa menjadi bekal bagi pihaknya dalam meneruskan sosialisasi kepada warganya. Namun dirinya meminta pihak sekolah memberikan edaran yang akan diteruskan kepada RT-RW di wilayahnya.

Menanggapi usulan tersebut, Ketua MKKS yang didampingi Kepala SMA Negeri 3 Salatiga, Dra. Yuliati Eko Atmojo, M.Pd. dan Wakil Kepala Urusan Kesiswaan SMA Negeri 2 Salatiga , Sugiyanto, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menerbitkan edaran dan menyilakan pada warga yang kelak berkepentingan untuk memasukkan anaknya ke SMA agar mencermati web sekolah. Semua yang berkaitan dengan PPDB, lanjutnya, akan diinformasikan lewat web sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *