Hadiah Lomba 1000 Puisi untuk Negeri Diserahkan

Kepala SMA 3 Salatiga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba cipta puisi didampingi pustakawan dan tenaga perpustakaan sekolah (dok. Deny Firianto)

Wajah ceria dan senyuman tampak tersungging dari para pemenang Lomba Cipta Puisi “1000 Puisi untuk Negeri” saat menerima piala, piagam, dan uang pembinaan yang diserahkan secara langsung oleh Kepala SMA Negeri 3 Salatiga, Dra. Yuliati Eko Atmojo, M.Pd. didampingi pustakawan SMA 3 Elalia Tri Murtiningsih dan Agus Mulandono pada Senin, 7 Oktober 2019. Penyerahan hadiah kepada para pemenang itu dilaksanakan pada upacara bendera di Lapangan SMA 3 Salatiga.

Hadiah diserahkan kepada para pemenang dari dua kategori, yakni internal SMA dan di luar SMA. Adapun pemenang dari lingkungan SMA 3, juara 1 Kimi Sebastian Juliansyah (XII IPS 1) dengan judul puisi “Candala Negeriku.” Juara 2 direbut oleh Madila Naul Aini (XI IPA 1) dengan puisi “Senandung Anganku” sedangkan juara 3 Venatta Dzikri Alfaningtyas (XII IPA 1) dengan puisi “Cinta Bualan Belaka.”

Sementara itu, untuk kategori luar sekolah yang ditujukan pada siswa SMP dan sederajat, juara 1 direbut oleh Athanasius Allan Darma Saputra (SMP N 2 Salatiga) dengan puisi “Romansa Cinta Negeriku.” Juara 2 Haifa Furai’ah Chairanisa (SMP N 1 Salatiga) dengan puisi “Surat dari Rimba Merah Putih”, sedangkan Najma Aufiyah Jaisyillah (SMPIT Nurul Islam Tengaran) berhasil menjadi juara 3 lewat puisinya “Cerita tentang Sebuah Negeri.”

Lomba cipta puisi tersebut diselenggarakan oleh SMA Negeri 3 sebagai bentuk gerakan literasi sekolah yang sudah digaungkan selama hampir sebulan. Menurut panitia, lomba tersebut cukup mendapat perhatian dari para siswa, guru, karyawan, bahkan mahasiswa praktikan di SMA 3. Sedangkan peserta dari luar yang menjadi sasaran juga cukup banyak. Terbukti ada peserta dari Kudus yang mengirimkan karyanya.

Namun begitu, target seribu puisi belum terpenuhi karena puisi yang masuk 800-an. Padahal, semua karya puisi tersebut akan dibukukan. Untuk itu, lanjut panitia, pihaknya akan berusaha menggerakkan lagi literasi menulis puisi warga sekolah dalam waktu dekat agar target puisi dapat terpenuhi.

Pada kesempatan itu, sekolah juga memberikan penghargaan kepada para penyumbang buku terbanyak baik dari guru maupun siswa. Juga penghargaan kepada kelas yang paling rajin berkunjung ke perpustakaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *