Bu Yuli Raih Juara III Nasioanal Lomba Bertutur Pajak Tingkat SMA/SMK

Menikbud didampingi Direktur Pajak dan Pengurus PB PGRI menyerahkan hadiah pada para pemenang di Stadion Wibawa Mukti, Kab. Bekasi) (dok: Deny F).

Keluarga besar SMA Negeri 3 Salatiga patut berbangga. Pasalnya, Kepala Sekolah SMA 3 Salatiga, Dra. Yuliati Eko Atmojuo, M.Pd. berhasil meraih juara ke-3 Tingkat Nasional dalam Lomba Guru Bertutur Pajak untuk  kategori SMA/SMK yang diumumkan pada 26 November kemarin. Atas raihan prestasinya itu, Bu Yuli, sapaan akrab Kepala SMA 3 Salatiga yang berdomisili di Perumahan Sraten itu berhak mendapatkan hadiah pada acara puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2019 dan hari Jadi PGRI ke-74. Hadiah diserahkan secara langsung oleh Mendikbud Nadiem Makarim didampingi Direktur Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama dan Pengurus PB PGRI Unifah di Stadion Wibawa mukti, Jalan Science Boulevard, Santajaya, Kab. Bekasi (30/11).

Bu Yuli berpose di depan panggung utama (dok. Deny F)

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala SMA 3 Salatiga yang saat ini juga mengambil doktoral di UKSW itu menuturkan, awalnya sempat menolak tawaran lomba yang disampaikan Dr. Saptono Nugrohadi, guru kimia SMA 3 yang juga menjadi pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah. Alasannya karena lomba ini terbuka untuk semua guru. Namun demi melihat kegigihan Saptono Nugrohadi dalam meyakinkannya, akhirnya diambillah tawaran itu.

“Mungkin karena melihat latar belakang saya yang dari ekonomi, maka Pak Saptono menawari saya untuk mengikuti lomba pajak ini,” terangnya.

Dijelaskannya bahwa lomba yang ditutup pada 15 November itu baru diikuti dengan pengambilan dan perekaman gambar sekali saja seminggu sebelumnya. Proses pengambilan adegan dilakukan di gazebo depan XII IPS 3 dengan dibantu Alfero siswa X MIPA 5.

“Jadi pengambilan gambarnya hanya sekali saja, tidak ada pengulangan pengambilan gambar,” katanya. Ditambahkannya bahwa dalam pengambilan gambar itu tidak dipersiapkan skenarionya. “Itu (pengambilan gambar, red) mengalir saja, dan ternyata anak-anak kita itu hebat lho.”

Dalam video yang dikirimkan kepada penyelenggara, yakni Direktorat Jenderal Pajak bekerja sama dengan PB PGRI, dirinya mengungkapkan pada intinya pajak harus sudah mulai dikenalkan sejak dini pada anak-anak. Karena saat ini disinyalir banyak warga yang belum sadar dalam membayar pajak. (link: https://youtu.be/UCM0Xg-Fmek)

Lomba bertutur pajak ini dibagi dalam tiga kategori, yakni untuk tingkat SD (diambil 4 pemenang), SMP (3 pemenang), dan SMA/SMK (3 pemenang). Saat presentasi video, pengambilan gambar (film) peserta dari SD dan SMP kebanyakan berada di dalam kelas, sedangkan yang dari SMA secara outdoor (di luar kelas). Dari 11 wakil Jawa Tengah, 4 peserta di antaranya berhasil menjadi pemenang, yakni Yuliati Eko Atmojo dari Salatiga, Kepala SMP 10 Semarang, dan 2 orang guru dari Batang.

Ditanya tentang besaran hadiah yang diterimanya karena berhasil menang lomba tingkat nasional, Kepala SMA 3 yang sebelumnya pernah menjabat Kepala Sekolah di SMA 2 Salatiga ini, secara diplomatis mengatakan, bahwa nominal hadiah tidak begitu penting baginya. “Yang lebih penting bagi saya, apresiasi ini bisa membawa nama baik sekolah kita,” jawabnya.

Bu Yuli berpose bersama guru-guru Malaysia Kelantan Senior High School (dok. Deny F)

Saat ditanya harapannya ke depan dengan adanya lomba bertutur pajak ini, Kepala Sekolah yang pada Oktober kemarin berhasil menapaki pangkat IV-d alias Pembina Utama Madya itu menjelaskan bahwa seyogyanya pajak memang harus dikenalkan sejak dini. Jika masyarakat banyak yang sadar membayar pajak, otomatis pendapatan negara akan meningkat sehingga pembangunan infrasutruktur, utamanya di pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan bisa semakin maju. Hal ini sejalan dengan semboyan pajak, yakni “Sadar Pajak, Negara Maju”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *